Selasa, 17 November 2009

PENJELAJAHAN BUDAYA




APPMI SHOW 2 Hari Senin sesi kedua dibuka oleh Poppy Dharsono dengan koleksi yang bertema Recapturing Banyumas. Koleksi ini menampilkan aneka batik gaya Banyumas yang diberi unsur kekinian yang klasik khas Poppy.

Menggunakan kain-kain batik Banyumas dengan motif burungan dan bebungaan serta aksen payet yang membutuhkan ketelitian dan ketekunan saat pengerjaannya. Warna batik yang kecokelatan digabungkan dengan warna ungu gelap dan hitam, membuat koleksi ini terlihatdi cantik dan manis. Dan tetap klasik.

Dina Midiani yang berkolaborasi dengan musisi kenamaan Vicky Sianipar yang bertindak sebagai music director, mengambil judul Pilgrim untuk koleksinya kali ini. Memadukan bahan tenun, batik, kain perca, dan permainan tekstur, membuat koleksi ini terlihat sangat nyaman dan “adem” bila dikenakan. Kesan spiritual khas peziarah yang dipadu detail-detail etnis serta pilihan alas kaki tanpa hak melengkapi keseluruhan gaya effortless chic.
Taruna K. Kusmayadi mengetengahkan tema Intersect untuk koleksinya kali ini. Mengambil simbol potongan-potongan dari “events of life”, ia mencoba memahami kepribadian seorang wanita yang kurang percaya diri dan selalu dalam dilema saat menghadapi kondisi dan keputusan yang harus dibuatnya. Hal itu terlihat nyata dalam block antar motif kain serta teknik jahit. Hasilnya adalah kesatuan yang berstruktur dan kokoh, selayaknya seharusnya wanita.
Coince Entre Deux ( Stuck in Between ), tema yang diangkat Putu Aliki mengisahkan tentang kehidupan masa kini dengan kedinamisannya yang kadang membuat seseorang lupa bahkan malu akan kampung halaman sendiri, walau sebenarnya rindu. Tetapi, manusia begitu cepatnya beradaptasi dengan globalisme, sehingga merasa 24 jam sehari tidaklah cukup, sehingga membuat kehidupan manusia selalu berada pada kondisi “di antara” ( in between ). Kondisi ini lalu menghasilkan penggabungan antara gaya busana Monk (suku asli Vietnam) dengan kehidupan di kota modern ( direpresentasikan sebagai Paris ) yang kontras di segala hal. Lewat koleksi pakaian Putu Aliki, terlihat pakaian bergaya blazer yang rapi, dipadu dengan rompi robek-robek, penempelan ornamen tak terduga pada kain polos hingga ‘tabrak lari’ yang saling adu kuat. Koleksi ini menyuguhkan gaya edgy yang unik namun tetap wearable.

0 komentar:

 
Butterfly © 2007 *Feito por Templates para Você*