Minggu, 15 November 2009

(JFW) APPMI: MEMADUKAN TRADISIONAL & MODERN


Hari ini dan besok merupakan ajang para desainer APPMI untuk memamerkan karya-karya terbaik mereka di arena Jakarta Fashion Week 2009. Pada hari ini, 22 perancang akan menggelar koleksi terbaru mereka untuk menyambut tren mode tahun depan (fashion tendance). Digelar di Fashion Tent, arena utama JFW, fashion show APPMI hari ini terbagi dalam 6 sesi.

Empat perancang membuka sesi pertama, yaitu Rebbeca Ing, Hengky Kawilarang, Rudy Liem, dan Oka Diputra. Gaun-gaun bersiluet H dan A yang sederhana namun elegan mendominiasi koleksi Rebbeca Ing, yang bertema La Simplicita Nuovo atau Simplisitas Baru. Menggunakan warna-warna kuning, salem dan silver, dengan teknik pleats dan ruffles, ia seolah ingin menyatakan bahwa kesederhanaan justru bisa menonjolkan keindahan dan keanggunan sebuah gaun sekaligus pemakainya.
Keindahan kain-kain tradisional Indonesia dieksplorasi oleh Hengky Kawilarang dalam koleksinya yang bertema Unlimited Paradise, yang dipadukannya dengan siluet-siluet modern. Tenun ikat dan batik ia tabrakkan dengan model-model busana masa kini. Modern tapi tetap
kental dengan nuansa etnik.
Rudy Liem dalam koleksinya yang bertema Dome Icon, banyak menampilkan gaun-gaun pesta mini kemben dengan rok balon. Mengaku terinspirasi keindahan pilar-pilar Basilica St. Petrus di Roma, Italia, ia memadukan banyak jenis bahan, mulai dari serat nenas, batik yogya, sutra thailand, dan tulle.
Warna abu-abu, merah dan hitam tampak mendominasi koleksi Oka Diputra. Perancang asal Bali ini rupanya terinspirasi oleh banyaknya wanita karier masa kini yang harus banyak melakukan perjalanan, baik perjalanan dinas maupun berlibur. Agar tak perlu kewalahan membawa banyak pakaian, ia pun merancang busana-busana berkonsep three in one, yaitu satu pakaian bisa dipakai untuk tiga kesempatan, namun terlihat ‘beda’.

0 komentar:

 
Butterfly © 2007 *Feito por Templates para Você*