Rabu, 25 November 2009

Rainy Thursday

I woke up this morning and I open my window..is rains outside..make me feel lazy to get my activity...wan to get back sleeping and hiding inside my warm blanket...

but..i can't do that..because I have a lot of meeting today...must take my sons to his school, meeting with my social organization, go to my cousin house because he will having "Akekahan" his daughter..

but anyway...grumpy can't finishing my hectic day right..?we must do all that with fun, happy and smile...

So..Happy Thursday all...tomorrow..all moslem people celebrate Idul Adha...and have a long weekend..yay...my hubby is in the house..hehe....

once again..Happy Thursday all...Have a nice day and just enjoy your day

Selasa, 24 November 2009

Quotes

Dream as if you'll live forever, live as if you'll die today. James Dean

Senin, 23 November 2009

Mango Fall Winter at Jakarta Fashion Week 2009


On November 20, 2009 Mango also presented their collection at Jakarta Fashion Weeks 2009.

Theme from Mango Collections are Fall Winter Collection and Mango Think Up

Message from their runway are Young, Fashionable, Glam and elegant.

Mango Think Up is for younger segmentation with casual wear, light outer wear and chic.

For Fall Winter Mango try a new design, that we can see from their cutting and layer. The combination between T-shirt, Jacket, Stocking with motive and using wool for the material.

Meanwhile for Glam collection we can see beads in every their clothes.

Mango motto for this collection is "Fashion has no age", that's mean everybody can using or wearing Mango, there is no limits age for their collection...


Ttt

-

-

Selasa, 17 November 2009

Another pic from Jakarta Fashion Week






PENJELAJAHAN BUDAYA




APPMI SHOW 2 Hari Senin sesi kedua dibuka oleh Poppy Dharsono dengan koleksi yang bertema Recapturing Banyumas. Koleksi ini menampilkan aneka batik gaya Banyumas yang diberi unsur kekinian yang klasik khas Poppy.

Menggunakan kain-kain batik Banyumas dengan motif burungan dan bebungaan serta aksen payet yang membutuhkan ketelitian dan ketekunan saat pengerjaannya. Warna batik yang kecokelatan digabungkan dengan warna ungu gelap dan hitam, membuat koleksi ini terlihatdi cantik dan manis. Dan tetap klasik.

Dina Midiani yang berkolaborasi dengan musisi kenamaan Vicky Sianipar yang bertindak sebagai music director, mengambil judul Pilgrim untuk koleksinya kali ini. Memadukan bahan tenun, batik, kain perca, dan permainan tekstur, membuat koleksi ini terlihat sangat nyaman dan “adem” bila dikenakan. Kesan spiritual khas peziarah yang dipadu detail-detail etnis serta pilihan alas kaki tanpa hak melengkapi keseluruhan gaya effortless chic.
Taruna K. Kusmayadi mengetengahkan tema Intersect untuk koleksinya kali ini. Mengambil simbol potongan-potongan dari “events of life”, ia mencoba memahami kepribadian seorang wanita yang kurang percaya diri dan selalu dalam dilema saat menghadapi kondisi dan keputusan yang harus dibuatnya. Hal itu terlihat nyata dalam block antar motif kain serta teknik jahit. Hasilnya adalah kesatuan yang berstruktur dan kokoh, selayaknya seharusnya wanita.
Coince Entre Deux ( Stuck in Between ), tema yang diangkat Putu Aliki mengisahkan tentang kehidupan masa kini dengan kedinamisannya yang kadang membuat seseorang lupa bahkan malu akan kampung halaman sendiri, walau sebenarnya rindu. Tetapi, manusia begitu cepatnya beradaptasi dengan globalisme, sehingga merasa 24 jam sehari tidaklah cukup, sehingga membuat kehidupan manusia selalu berada pada kondisi “di antara” ( in between ). Kondisi ini lalu menghasilkan penggabungan antara gaya busana Monk (suku asli Vietnam) dengan kehidupan di kota modern ( direpresentasikan sebagai Paris ) yang kontras di segala hal. Lewat koleksi pakaian Putu Aliki, terlihat pakaian bergaya blazer yang rapi, dipadu dengan rompi robek-robek, penempelan ornamen tak terduga pada kain polos hingga ‘tabrak lari’ yang saling adu kuat. Koleksi ini menyuguhkan gaya edgy yang unik namun tetap wearable.

Keindahan Cita Nusantara





Seni tenun merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang layak dibanggakan. Hampir setiap wilayah negara kita memiliki seni tenun, yang masing-masing memiliki keindahan dan keunikan tersendiri. Tenun juga memiliki makna, nilai sejarah, teknik (terutama dalam menghasilkan motif dan warna), serta bahan dasar yang berbeda di setiap daerah.
Di tangan Stephanus Hamy, jalinan benang tenun yang mengikat menjadi sebuah kain tenun nusantara yang cantik, tampil dalam desain-desain busana yang indah memikat. Tampak unik sekaligus mewah menawan saat dikenakan. Hal tersebut ditampilkan secara total oleh Hamy pada peragaan busana bertajuk Keindahan Cita Nusantara, memeriahkan Jakarta Fashion Week 2009/2010 yang diselenggarakan atas kerjasama Femina Group, Majalah Pesona, dan BRI Prioritas. Lebih dari 40 karya terbaru Hamy dipamerkan di hadapan para pecinta mode dengan tema karya Ikat Khatulistiwa.
Dalam Ikat Khatulistiwa , Hamy mempersembahkan desain kain tenun klasik yang cantik dalam gaya busana perempuan modern. Kain tenun bukan mesin ini teraplikasi dalam berbagai busana, seperti rok, blazer, crop jacket, gaun panjang, gaun mini, scaft, hingga ikat pinggang. “Kini kain tenun tak hanya sekedar koleksi, tapi dapat menjadi busana cantik yang dapat dikenakan di setiap kesempatan,” tutur Hamy.

Minggu, 15 November 2009

(JFW) Kolaborasi Fashion Indonesia dan India


Selain kembali menyajikan pergelaran busana para desainer terkemuka Indonesia, malam pembuka JFW 09/10 menghadirkan kolaborasi dua kebudayaan, Indonesia dan India dalam show dan gala dinner charity night bersama majalah dewi, A Tale of Two Cultures A Highlight of the Festival of India and Jakarta Fashion Week .

Dua desainer terdepan Indonesia, Sebastian Gunawan dan Priyo Oktaviano, serta dua desainer India berskala internasional, Tarun Tahiliani dan Malini Ramani tampil membawakan deretan gaun-gaun mengagumkan. Keempat perancang terpilih telah sukses merekam kekayaan ragam kain dua negara dan menampilkan intepretasi mereka yang berkarakter kuat.

Sebastian Gunawan tampil awal. Sebagaimana Seba, yang konsisten menampilkan rangkaian kesempurnaan gaun-gaun hitam satin sutera yang dipadukan dengan motif pashmina India yang indah, berwarna cerah, juga sentuhan lace. Kesemuanya menonjolkan gaya yang elegan, feminin, dan cantik.

Malini Ramani tampil kemudian, bermain-main dengan aneka kain Indonesia, dari sarung, songket, hingga motif batik. Malini menjadikan kain-kain tersebut tampil dengan garis minimalis sekaligus ekperimental. Dipadukan dengan aksesori yang khas India.

Priyo Oktaviano hadir dengan tema Heaven and Earth. Menggunakan katun beraplikasi motif India yang unik dari Bamer Rajastan dan kain Sari tulle berhias bebatuan, serta sutra satin Kantha Sari. Koleksi tersebut hadir dalam dua palet warna, krem pucat untuk melukiskan kemurnian dan kesucian untuk heaven. Lalu hitam untuk menggambarkan dosa dan penderitaan pada earth. Hadir dalam garis khas Priyo, minimalis pada palet nude dan tegas pada palet hitam.

Tarun Tahiliani menutup show dengan rangkaian gaun-gaun yang menonjolkan sensualitas India pada ragam kain tenun, songket, sarung hingga batik Indonesia. Warna-warna cerah, hingga hijau lumut dan ungu tampil dinamis dan beberapa tampak playful, menampilkan keharmonisan gaya India dan keindahan kain Indonesia. Menyegarkan.

 
Butterfly © 2007 *Feito por Templates para Você*